Misionaris Jepang

Saya baru tahu kalau di Jepang itu ternyata kegiatan misionarisnya kenceng banget. Cerita-cerita seperti para misionaris yang mengetuk pintu rumah satu-satu, membagikan flyer keagamaan pun bukanlah hal yang asing lagi. Tidak tanggung-tanggung, flyer berbahasa Indonesia pun juga ada! Mantap pisan! Bahkan, orang-orang yang sudah jelas punya agama seperti ibu-ibu Indonesia yang berjilbab pun tetap saja secara rutin didatangi apato (apartemen, red) nya dan dikirimi flyer bertuliskan, “Apakah anda percaya dengan Tuhan?”. Di pusat keramaian, seperti perempatan jalan besar dan pusat perbelanjaan pun tidak jarang terlihat seorang misionaris Jepang yang membagikan selebaran ditemani dengan pajangan buku-buku keagaman layaknya sales promotion girl.

Dengan latar belakang Jepang yang memiliki sejarah kelam tentang kelompok keagamaan, rata-rata orang Jepang yang saya temui memang punya pandangan buruk terhadap hal-hal semacam itu. Ditambah lagi dengan banyaknya agama-agama baru yang muncul di Jepang, yang isunya mencari pengikut agar mendapatkan uang banyak, membuat orang Jepang makin waspada terhadap agama. Pun terhadap Islam.

Namun soal misionaris ini khusus, karena kegiatannya terlihat. Mereka ini bisa ditemui kapanpun, dimanapun, dengan cara yang tidak terduga. Teman saya misalnya, pernah cerita ketika dia sedang berjalan pulang malam-malam, tiba-tiba berpapasan dengan dua orang bule yang tiba-tiba ngajak ngobrol soal agama. Seorang teman yang lain, yang sedang duduk-duduk santai, pun didekati oleh orang asing yang tiba-tiba pula ngajak ngobrol soal agama. Teman yang lainnya lagi, sedang dalam perjalanan ke kampus pagi hari, tiba-tiba didekati seseorang tak dikenal yang membagikan selebaran keagamaan. Karena saking banyaknya dan nggak nyamannya cerita-cerita serupa, saya jadi ikut was was.

Read More »

(Makanan) Halal Haram

Tinggal di Jepang itu memang sesuatu yang gampang-gampang susah. Dari segi kenyamanan transportasi, pendidikan, dan fasilitas umum, Jepang memang bisa dibilang “The Best” lah yah. Tapi kalau soal makanan… Duh, susah deh. Kebersihan makanan sih memang oke. Bahkan bisa dibilang, orang Jepang pasti kalau ke Indonesia, nggak afdol kalau nggak pake muntah-muntah dulu selama beberapa hari karena kualitas kebersihannya yang jauh dari Jepang. Tapi makanannya itu lho, sebagai muslim yang tinggal di Jepang, saya merasa geregetan karena hampir semua bahan makanan mengandung babi. Babi di roti, babi di eskrim, babi dimana-mana babi (syedih). Sedihnya lagi adalah, komposisi makanannya ditulis dalam bahasa Jepang, hahaha. Jadi mau nggak mau harus ngapalin hurufnya, mana-mana aja yang nggak boleh dan mana yang boleh.

(Itulah sebabnya saya sempat naik 5 kilo di awal karena tiap hari makan coklat karena banyak produk coklat yang saya tahu boleh dimakan hahah. Alhamdulillah sekarang sudah tahu banyak, jadi saatnya diet!)

Selain yang mengandung babi itu haram, saya juga orang yang nggak mau makan daging potong non-halal. Jadi semakin ribet lagi deh hahah. Untungnya Jepang suka makan ikan, dan alhamdulillah, ternyata ada toko halal, dan produk makanan Indonesia ternyata juga ada banyak! Jepang, semakin hari menjadi semakin muslim friendly, terutama soal makanannya.

Namun, dalam budaya Jepang, sebagai seorang mahasiswa asing, adakalanya kita harus ikut acara ‘party’-nya orang Jepang. Iya, di sini orang-orang demen party. Bukan party yang ajeb-ajeb di club itu sih. Tapi ya party, makan-makan. Makan-makan awal tahun, makan-makan di tengah musim panas, makan-makan wisudaan, makan-makan akhir tahun, dan sebagainya, dan sebagainya. Seperti biasa, kalau acaranya orang Jepang pasti menunya tidak lepas dari mengandung alkohol dan babi.

Read More »

Gabung Kawan GNFI

Siapa sih yang nggak tau GNFI? Itu loh, Good News From Indonesia, portal berita yang memfokuskan dirinya untuk memberitakan berita baik dari Indonesia. GNFI dibuat dengan niat untuk menyebarkan semangat positif tentang Indonesia selain menjadi penyeimbang berita mainstream yang hobi meliput berita-berita yang membuat pikiran dan hati tertekan.

Beberapa waktu terakhir ini, berita negatif baik dari dunia internasional maupun nasional kian meningkat. Mau menutup mata saya nggak bisa, karena saya bagian dari masyarakat, saya harus peduli agar bisa jadi bagian dari solusi, namun mengikuti berita yang ada justru membuat saya makin gerah, marah, dan somehow tertekan sendirian. Hal yang membuat saya lebih tertekan lagi adalah perasaan bahwa saya tidak bisa apa-apa. Saya siapa? Saya cuma mahasiswa master yang jauh dari Indonesia, melihat Indonesia dengan teropong portal media sosial dan berita. Kalau ikut bersuara di media sosial suara saya tidak akan didengar, paling mentok juga tambah bikin ribut, haha. Trus aku kudu piye? Berdiam diri dan cuma ‘sekolah dengan benar’ di sini tidak bisa membuat hati saya lega.

Lalu di suatu malam yang sepi, ketika sedang iseng kepo-kepo instagram, akun GNFI sedang iklan mengajak anak muda Indonesia bergabung bersama Kawan GNFI! Kawan GNFI sendiri adalah sarana untuk penulis lepas yang bukan karyawan GNFI untuk berbagi berita-berita positif mengenai Indonesia. Istilah kerennya sekarang adalah citizen journalism. Lalu tring! Saya suka nulis, dan di tempat saya yang sekarang, saya berpotensi besar bertemu dengan orang-orang Indonesia yang berprestasi dan inspiratif. I can do something for the society by telling their stories! Lalu langsunglah, pada saat itu juga saya mendaftarkan diri, gabung komunitas whatsapp-nya dan mulai mencari berita positif tentang anak bangsa inspiratif.

Dari sekian banyak hal membanggakan tentang Indonesia, saya memilih untuk fokus mencari berita tentang mereka-mereka yang menginspirasi. Tentang manusianya Indonesia. Alasannya karena banyak orang Indonesia yang berprestasi tapi tidak pernah tersentuh media mainstream. Selain itu, saya suka bertemu banyak orang dan mendengar cerita-cerita mereka. Karena dengan begitu, saya bisa ketularan semangat dan energi positif yang mereka punya! (Sebenarnya juga karena ilmu ke-Indonesiaan saya sendiri masih kurang *malu hyaa*)

I think I will do this seriouslly.

Sejak bergabung, baru dua tulisan yang saya buat. Namun begitu saya sudah belajar sesuatu. Mem-publish sesuatu di portal berita sebesar Good News From Indonesia itu bukan main besar tanggung jawabnya. Tulisan pertama saya sebenarnya sederhana, yaitu tentang kakak angkatan kuliah saya yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan atas penelitiannya. Sebenarnya bukan sesuatu hal yang terlalu besar menurut saya, tapi entah kenapa berita saya langsung jadi viral (minimal di komunitas-komunitas terdekat sih). And my friend suddenly become famous, dan setelah itu banyak portal berita lain yang minta beliau wawancara, dan jadi berita yang lainnya di portal yang lain.

Wow.

Saya berhasil membuktikan bahwa ‘good news IS a good news’, dan tidak selamanya ‘bad news is a good news’ . Jadi saya semakin semangat. Belum lagi tanggapan Mama Cinta yang heboh, anaknya bisa nulis tulisan kayak gitu, anaknya turut serta dalam arus penyebar berita yang menginspirasi. Dan komentar beliau adalah, “Lanjutkan, Mama bangga, Mama dukung terus.”

So yes, I think I will do this seriously. Now, I got a list of inspirative people I need to catch up and do some interviews.

Wish me luck!

Ngomong-ngomong, berikut ini tautan tulisan yang sebelumnya sudah saya buat. Kedua-nya adalah teman saya yang menemani saya berkuliah master di Jepang. Semoga menginspirasi dan semoga bermanfaat 🙂

Ngomong-ngomong (lagi), kalau kalian sekiranya punya berita baik dari Indonesia yang bisa kalian bagikan, silakan gabung menjadi barisan Kawan GNFI!

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/11/17/mahasiswa-indonesia-meraih-young-author-award-di-kanada

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/11/19/liana-christiani-mahasiswi-indonesia-dengan-segudang-prestasi-di-jepang

Ofuro

Ofuro itu adalah bahasa Jepang dari bathub. Tahu bathub itu apa? Itu lho, yang buat berendem air panas. Gatau ya? Gapunya bathub yhaa di rumah hoho. Sama, saya juga kok di Indonesia gapunya bathub. Adanya bak mandi, gabisa dibuat nyemplung tapi.

Nah berhubung sudah pindah ke Jepang untuk sekitar dua tahun ini dan tinggal di dormitori, jadi saya sekarang ada bathub. Katanya bathub itu baik digunakan ketika musim mulai dingin. Selain bikin hangat juga bikin refresh pikiran. Tapi ternyata bathub juga bisa jadi bahaya 😢.

Iya bahaya, soalnya saya barusan mengalami. 😟

Jadi ceritanya saya sedang galau. Galau mikir negara (elah) dan galau karena kangen Jogja. Lalu di malam hari yang tenang saya memutuskan untuk mandi shower-an lalu masuk bathub. Di Jepang aturan masuk bathub kudu mandi dulu euy shower-an. Soalnya airnya biasanya dipake berkali-kali. Jadi biar bersih, badan yang masuk harus bersih dulu.

Jadi saya isi bathub dengan suhu 40 derajat celsius. Takutnya nnt kalau ditinggal lama jadi dingin, jadi pasang segitu lalu saya shower-an. Setelah shower-an lalu saya masuk ke bathub. Sebenernya agak kepanasan tapi waktu itu langsung masuk aja, karena kalau mau ngedinginin nanti jadi lama. Lalu masuk dan berendam santai. 

Agak lama di kamar mandi karena memang enak lama-lama berendem. Airnya panas, jadi badan saya merah semua. Sebenarnya ketika di dalam bathub udah sempat nggeliyeng. Tapi diabaikan karena cuma sebentar lalu normal lagi (dasar emang polos). Lalu ketika sudah merasa cukup, saya keluar dari bathub menuju wastafel untuk mengeringkan badan dan ganti baju. 

Tetiba, pandangan langsung buyar, blackout, sempet pegangan lalu tak sadarkan diri. Bangun-bangun sudah tergeletak di bawah. Lalu coba bangun lagi tapi ketika bisa bangun, jatuh lagi pingsan lagi, dan ketika sadar sudah tiba-tiba di bawah. Untuk ketiga kalinya saya berusaha berdiri dan minimal berpakaian. Setelah berpakaian saya langsung lari ke kamar dan menggeletak di kasur walaupun badan masih setengah basah. Waktu itu roommate ada di rumah, tapi tidak sempat minta tolong karena tidak punya tenaga.

Alhamdulillah saya baik-baik saja. Kata beberapa orang tekanan darah saya yang defaultnya rendah bisa jadi salah satu faktor. Tapi katanya kalau cuma tekanan darah rendah saja tidak perlu sampai pingsan. Ha-ha. Jadi saya disuruh cek kesehatan karena siapa tahu ada kaitannya dengan jantung.

Err……..

Lalu tambah galau. Haha.

Bismillah mudah-mudahan tidak kenapa-napa. Hati-hati ya semua kalau mau berendam air panas. Cek-cek suhu, jangan terlalu lama, dan pastikan ventilasi udara lancar jaya. Karena ada juga yang mendadak meninggal di bathub karena keracunan gas monoksida dari pembakaran untuk air panas. Ada juga sih yang meninggal mendadak karena memang kelainan jantung. 😅

Ha ha.

Malah ragu jadinya mau cek ap. .-.

Jaman S1

Aku rindu masa-masa kuliah S1. Masa ketika telat mencari jati diri dan kesasar ke sana kemari. Masa-masa ketika jadi alay karena jatuh cinta dengan yang katanya pujaan hati (haha). Masa ketika sering bertengkar dengan sahabat karena saling menyayangi. Masa ketika banyak teman yang bisa diandalkan dan mampu melindungi. Masa ketika kejutan ulang tahun menjadi hal yang dinanti nanti. Masa ketika mampu mengelilingi kota Jogja dalam sehari atas nama berkarya dan mencari eksistensi. Masa ketika ujian semesteran susah setengah mati sampai nangis berhari-hari.

Masa-masa ketika mampu menemukan sahabat sejati, yang tak terganti, sampai kapan nanti.

Aku rindu kuliah S1 lagi, dengan orang yang itu-itu, yang kusayangi.

😘

Kelinci Cemberut

Karena gambar rubah dipostingan beberapa menit yang lalu (hahah) di-share pamerin ke grup teman bermain dan belajar, mulailah pesanan berdatangan hyaha. (Kek banyak aja, padahal cuma satu, lol). Jadi gambar lagi, kali ini kelinci!

Fichier_000
Model kelincinya emang lagi cemberut, jadi hasilnya begitu.

Kelinci cemberut. Kalau dipikir namanya mirip tokoh-tokoh yang ada di Majalah Bobo haha. Paman Gembul. Yang ini Kelinci Cemberut. :3